22 Agustus 2011

Posted: August 22, 2011 in Uncategorized

Sore menjelang buka puasa di hari ke 22 romadhon 1432 H..
Hanya berbekal tiga lembar tempe mendoan, dan sebotol air mineral..Alhamdulillah..makanan favorit dari daerah asalku..purwokerto..ehehehhe..

1000 Km..3 hari..nice..

Posted: April 4, 2011 in Uncategorized

Berawal dari sebuah undangan pernikahan seorang sahabat, yang memang berlokasi di daerah yang cukup jauh dari tempat saya mencari sesuap nasi, disusunlah sebuah rencana perjalanan yang cukup panjang.

Bandung-Jogja-Bandung

Dari perencanaan yang semula berawakan 6 orang, hari demi hari berkurang..sehingga awak yang terbentuk hanya 5 orang. Dan ternyata, last minutes, 2 orang lagi mundur…ahahahaha…Walhasil hanya bertiga saja kita akan melakukan perjalanan ini. Yup, 3 orang-1 mobil-1 driver….wekekekeke.

Oke, rute yang ditempuh dalam perjalanan 3 hari ini bisa disimpulkan secara sederhana ;
hari 1 : Bandung menuju Purwokerto (280-an km), ditempuh selama kurang lebih 7 jam, karena terdapat beberapa titik perbaikan jalan yang memaksa kita “berbaris” dengan rapi..ahahaha. Purwokerto adalah tempat tinggal saya, di sana kita sempatkan istirahat dan makan siang dengan menu khas purwokerto..Mendoan..nyammmy…
Perjalanan dilanjutkan dengan rute Purwokerto-Kebumen-Wates. Kita singgah sebentar di daerah kebumen, rumah salah satu awak dalam perjalanan ini. Perjalanan hari pertama berakhir di Wates, tempat salah awak yang lain, dan kita bermalam disini sekaligus memulihkan stamina untuk esok hari. Total jarak tempuh hari pertama kurang lebih 400 km.
hari 2 : Wates-Wonosari (100-an km), hari Sabtu (02042011) hajatan pernikahan sahabat kami, yang diselenggarakan di sebuah desa di Wonosari . Hampir sekitar setengah hari kita menghabiskan waktu dan larut dalam hajatan yang syarat akan budaya jawa dengan alunan gamelan dan suara sinden yang disajikan. Menjelang sore, kita beranjak kembali untuk menuju Wates.
Setelah sampai Wates dan beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan dengan rute Wates-Purwokerto (100 Km) dan tepat pukul 22.00 wib, kami menapakan kaki kembali di Purwokerto. Total perjalanan hari kedua kurang lebih 300 km.
hari 3 : Purwokerto-Bandung (280an km), Yup..back to bandung again..ahahaha..Hari Minggu kembali lagi perjalanan ke Bandung. Total perjalanan hari ketiga hampir mendekati 300 km.

Secara agregat..*hayah*..jarak yang kita tempuh mendekati 1000 km (tepatnya 998 km).
Sebuah pengalaman baru bagiku..rekor baru bagiku…ahahaha..

Sponsored By : Trimaya Rental Car

Hukum Truk Sampah

Posted: March 28, 2011 in Uncategorized

bersihkan pikiran

Suatu hari saya naik taksi ke bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Sopir taksi bergegas menginjak pedal rem hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa jarak dari mobil hitam tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dari jendela dan memaki ke arah kami. Sopir taksi hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada orang tersebut. Saya sangat heran dengan sikap sopir taksi yang bersahabat. Maka saya beranikan bertanya, ” Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari sopir taksi tersebut mengenai apa yang kemudian saya sebut sebagai “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berkeliling membawa sampah berupa frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuhnya kapasitas truk tersebut, mereka juga semakin membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan sering kali mereka membuangnya kepada Anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, doakan mereka lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui, di tempat kerja, di rumah, atau di perjalanan. Intinya, orang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun pada pagi hari dengan penyesalan, maka kasihanilah orang yang memperlakukan Anda dengan benar, dan berdoalah bagi yang tidak. Hidup adalah 10% mengenai apa yang Anda buat dengannya, dan 90% tentang bagaimana Anda menghadapinya. Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi bagaimana menari di dalam hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkahi dan bebas dari “SAMPAH”….

_sumber dari buku_Manajemen Alhamdulillah_