IPK..Indeks Prestasi Kumulatif..pentingkah..??

Tak sengaja melihat tulisan atau lebih tepatnya pertanyaan..”sebenernya IPK yang OK tu yang gimana siii…??“. Hmm..memang seperti apa sih sebenarnya..??

Dari pengertian IPK, atau dalam bahasa kerennya GPA adalah pengukuran standar dari berbagai tingkat pemahaman dalam area subjek. Kelas dapat diberikan dalam huruf (misalnya, A, B, C, D, atau F), sebagai rentang (misalnya 1,0-4,0), sebagai descriptor (sangat baik, besar, memuaskan, perlu perbaikan), dalam persentase, atau , seperti yang umum di beberapa institusi pasca sekolah menengah di beberapa negara, sebagai Grade Point Average (GPA).
IPK singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif merupakan ukuran kemampuian mahasiswa sampai pada periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumklah SKS (Satuan Kredit Semester ) tiap mata kuliah yang telah ditempuh. Ukuran nilai tersebut akan dikalikan dengan nilai bobot tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan jumlah SKS mata kuliash yang telah ditempuh dalam periode tersebut.

IPK dapat diperoleh dengan adanya kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Dosen akan memberikan nilai kepada mahasiswa sebelum kuliah dimulai pada awal semester. Biasanya para dosen menetapkan atuaran selama kuliah berlangsung yang akan disepakati keduanya pada semester tersebut. Aturan itu bisa terdiri dari
A. Attendance
Kehadiran mahasiswa tiap jam pekuliahan ini tidak hanya kehadiran yang dinilai oleh dosennya tetapi juga adanya keaktifan mahasiwa selama jam perkuliahan berlangsung
B. Tugas
Dosen akan memberi tugas kepada mahasiswa. Tugas bisa dikerjakan tiap individu atau kelompok tergantung dosen pengamnpu.
C. Nilai UTS ( Ujian Tengah Semester )
Ini dilaksanakan tiap tengah semester. Beberapa dosen ada yang memberikan soal UTS tapi ada juga yang tidak
D. Nilai UAS( Ujian Akhir Semester )
Nilai ini akan diperoleh mahasiwa pada akhir asemester dengan mengikuti ujian yang dilaksanakan oleh masing – masing dosen.

IPK tinggi dan organisasi mahasiswa mana yang lebih berguna oleh Naili Nor Rokhmawati
IPK tinggi dapat diperoleh mahasiswa jika tiap aturan dan nilai telah dicapai dengan hasila yang memuasakan ( maksimal ).
IPK ini dibagi dengan 3 tahap predikat kelulusan
1. 3,51 – 4,00 = predikatnya: lulus dengan pujian
2. 2,76 – 3,50 = predikatnya : sangat memuaskan
3. 2,00 – 2,75 = predikatnya : memuaskan

IPK kadang menjadi penilaian dasar atau pintu masuk dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya atau untuk memasuki dunia kerja. Namun apabila “hanya” IPK yang di utamakan tanpa di imbangi dengan kemampuan teknis dan kemampuan berorganisasi, pastinya tidak akan dirasa kurang mendukung. Nilai ujian bagus, tugas dan kehadiran yang bagus, akan mendukung untuk mendapatkan IPK yang bagus.

Lalu, IPK yang pas itu berapa to..??
Banyak kalangan mahasiswa yang mengejar untuk mendapatkan IPK di atas 3,5 bahkan 4,0. Yup, jika memang bisa, kenapa tidak?? Yang menjadi penting berikutnya adalah pertanggung jawaban orang yang memiliki IPK tersebut, bagaimana orang yang bersangkutan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan mendapat IPK bagus itu di dalam dunia nyata atau di dalam dunia kerja. Nah, disinilah peran dari kemampuan teknis yang harus dimiliki.

Kelebihan dari memiliki IPK tinggi pastinya adalah kemudahan dalam mengikuti seleksi pekerjaan. Yup, mengapa saya menulis “mengikuti seleksi pekerjaan” tetapi bukan “mendapat perkerjaan” ? Karena, IPK itu sebagai salah satu syarat administratif dalam mengikuti seleksi pekerjaan. Pastilah dalam membuka lowongan pekerjaan ada syarat IPK minimal yang dicantumkan. Dalam hal ini, mahasiswa dengan IPK tinggi pasti akan lebih unggul. Dalam tahap selanjutnya, disinilah keilmuan, kemampuan teknis dan kemampuan berorganisasi yang lebih berperan. Terkadang dalam suatu proses rekruitasi terdapat proses diskusi dalam kelompok. Disini, peran yang lebih diutamakan adalah kemampuan berorganisasi atau lebih spesifik kemampuan komunikasi.

Setelah memasuki dunia kerja, hampir tak ada bedanya antara yang ber-IPK 4,0 dengan yang ber-IPK 3,0 jika hasil dan posisi pekerjaan sama. Atau bisa jadi yang ber-IPK 4,0 bisa kalah dengan yang ber-IPK 3,0 apabila si 3,0 ternyata lebih cekatan dalam menjalankan kerjanya.

Sebuah analogi yang saya coba gambarkan dengan IPK, yaitu race motogp.
Dalam setiap race motogp, selalu terdapat sesi kualifikasi dan sesi balapan.
Nah, masa-masa mencari IPK adalah masa kualifikasi untuk menilai seperti apa kemampuan kita. Di dalam motogp, kualifikasi akan menentukan posisi start.
Sudah terbayang?? Kualifikasi bagus akan menentukan posisi start, sama halnya IPK bagus akan menentukan posisi start ketika akan memasuki dunia kerja.
Masa-masa bekerja adalah masa bersaing yang sebenarnya, dalam motogp adalah sesi race.
Pembalap dengan hasil kualifikasi bagus, akan menduduki posisi 1,2 atau 3. Sama halnya dengan ber-IPK tinggi bisa jadi akan berada di baris depan.
Tapi setelah race berjalan, siapa yang bisa menjamin yang berada di posisi start 1 akan juara? Valentino Rossi menjuarai race di Sepang Malaysia, walaupun sebelumnya tersungkur hingga posisi 11 !!

Dari analogi di atas, saya simpulkan bahwa IPK harus diimbangi dengan kemampuan teknis dan juga kemampuan berorganisasi agar bisa bersaing dengan pesaing-pesaing kita.

So, saya sarankan IPK tidak berdiri sendiri, IPK sebaiknya didampingi oleh kemampuan teknis yang mumpuni apalagi jika bisa dibarengi dengan sertifikasi dan juga kemampuan berorganisasi yang sakti. Pasti akan lebih bermanfaat.

About these ads
About

Been on Earth since November 1985.

Posted in Uncategorized
5 comments on “IPK..Indeks Prestasi Kumulatif..pentingkah..??
  1. christ says:

    tulisannya bagus dan saya sangat setuju dengan pendapat kamu,,,four thumbs up,,,,

  2. ipk gua masih 3,23 tapi gua selalu aktif dalam organisasi dan biasa bicara di kalangan umum ,apakah yg itu maksudnya

  3. shella says:

    thanks for information

  4. Riko Wardana says:

    Saya suka tulisan Anda..

  5. alan says:

    sangat bagus postingannya.. makasih berat :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: